Cara Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Tersalurkan, Penting Bagi Siswa dan Orang Tua

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:50:38 WIB
Cara Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Tersalurkan, Penting Bagi Siswa dan Orang Tua

JAKARTA - Pemerintah kembali memberikan kesempatan bagi siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mengaktifkan rekening mereka pada 2026. Perpanjangan ini menjadi momen penting agar dana bantuan pendidikan tidak hilang dan tetap bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Perpanjangan Waktu Aktivasi Rekening PIP

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengumumkan perpanjangan waktu aktivasi rekening SimPel untuk PIP 2026. Hal ini dilakukan karena masih terdapat jutaan siswa yang belum melakukan aktivasi meskipun seluruh dana PIP telah disalurkan.

Menurut data Kemendikdasmen, hingga akhir November 2025, masih ada siswa yang belum mengaktifkan rekening mereka. Sebagai tindak lanjut, batas akhir aktivasi diperpanjang hingga 28 Februari 2026.

Program Indonesia Pintar adalah bentuk bantuan sosial untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terputus akibat kendala finansial.

Aktivasi rekening merupakan syarat mutlak agar dana PIP dapat ditarik dan dimanfaatkan secara langsung. Tanpa aktivasi, dana yang sudah masuk akan dikembalikan ke Kas Umum Negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Data Rekening yang Belum Aktif

Laporan per 30 November 2025 menunjukkan terdapat 4.153.357 rekening SimPel penerima dana PIP yang belum diaktifkan. Angka ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan orang tua agar segera melakukan langkah aktivasi.

Rinciannya berdasarkan jenjang pendidikan adalah sebagai berikut: SD 2.032.321 pelajar, SMP 501.952 pelajar, SMA 889.730 pelajar, dan SMK 729.354 pelajar. Jumlah yang cukup besar ini menunjukkan perlunya koordinasi aktif antara sekolah, orang tua, dan pihak bank penyalur.

Jika rekening tidak diaktifkan hingga batas waktu yang ditentukan, dana PIP akan otomatis dikembalikan ke kas negara. Oleh sebab itu, siswa dan orang tua diharapkan segera melakukan aktivasi untuk menghindari kerugian dana pendidikan.

Setiap pihak diharapkan proaktif memantau status rekening masing-masing. Hal ini juga menjadi langkah preventif agar seluruh siswa penerima manfaat dapat menikmati dana PIP tepat waktu.

Cara Aktivasi Rekening PIP Sesuai Bank Penyalur

Aktivasi rekening dilakukan melalui bank penyalur sesuai jenjang pendidikan masing-masing siswa. BRI melayani SD, SMP, SDLB, SMPLB, Paket A dan Paket B, sedangkan BNI melayani SMA, SMK, SMALB, dan Paket C.

Sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) melayani seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Aceh. Proses penarikan dana dapat dilakukan bersamaan dengan aktivasi, mengikuti ketentuan masing-masing bank.

Informasi data siswa yang belum mengaktifkan rekening bisa diakses melalui aplikasi resmi SiPintar. Aplikasi tersebut tersedia di situs pip.kemendikdasmen.go.id, memudahkan sekolah dan orang tua untuk melakukan pengecekan secara cepat dan akurat.

Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga diimbau untuk memantau proses aktivasi di wilayah masing-masing. Keterlibatan aktif pemerintah daerah diharapkan mempercepat proses dan memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.

Dengan koordinasi yang baik, proses aktivasi rekening dapat berlangsung lancar dan semua dana PIP dapat tersalurkan tepat waktu. Langkah ini juga mendukung tujuan program agar semua siswa tetap melanjutkan pendidikan tanpa kendala finansial.

Tips Agar Aktivasi Rekening Tidak Terlambat

Siswa dan orang tua sebaiknya segera menyiapkan dokumen penting sebelum aktivasi rekening. Pastikan membawa kartu identitas, kartu keluarga, dan dokumen sekolah yang diperlukan agar proses berjalan cepat dan lancar.

Selalu periksa kembali nomor rekening dan nama penerima sebelum aktivasi. Kesalahan data dapat menyebabkan keterlambatan pencairan dana PIP, sehingga penting untuk memastikan semua informasi akurat.

Jika mengalami kendala teknis, segera hubungi pihak bank penyalur. Setiap bank telah menyiapkan layanan bantuan khusus untuk membantu siswa dan orang tua menyelesaikan proses aktivasi.

Mengaktifkan rekening PIP tepat waktu juga memberikan kepastian bagi siswa dalam merencanakan kebutuhan pendidikan. Dana bantuan bisa dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar biaya pendidikan, atau mendukung kegiatan belajar lainnya.

Dengan adanya perpanjangan hingga 28 Februari 2026, masih ada kesempatan cukup untuk semua siswa melakukan aktivasi. Orang tua dan pihak sekolah sebaiknya memanfaatkan waktu ini agar seluruh dana PIP dapat dicairkan tanpa kendala.

Koordinasi antara siswa, orang tua, sekolah, dan pihak bank menjadi kunci keberhasilan aktivasi. Dengan langkah-langkah ini, PIP tetap menjadi bantuan pendidikan yang bermanfaat secara nyata bagi siswa yang membutuhkan.

Terkini